Senin, 01 Agustus 2011

Sejarah Hewan Lucu Menjadi Hewan Peliharaan

Siapa yang tidak ingin punya peliharaan? Mereka lucu, seru diajak main, dan bisa jadi teman berbagi kasih sayang.
Ada kisah menarik tentang bagaimana hewan favoritmu menjadi peliharaan manusia.
Kucing

Kucing sudah menjadi bagian dari hidup manusia 7.000-8.000 tahun lalu. Di Afrika, hewan-hewan pengerat suka masuk lumbung dan memakan hasil panen. Itu sebabnya kucing-kucing liar dibiarkan masuk untuk membasmi.
Hubungan antara kucing dan manusia baru dimulai pada kebudayaan Mesir kuno kira-kira 4.000 tahun lalu. Masyarakat Mesir memuja kucing sebagai titisan salah satu dewi. Jika seekor kucing peliharaan mati, seluruh anggota keluarga berdukacita. Tidak sedikit kucing diawetkan menjadi mumi. Sayangnya, mereka tidak memberi nama pada kucingnya, di beberapa nisan kuno hanya ditulis miu, artinya ”ia yang mengeong”.
Untuk pertama kalinya ditemukan nama kucing pada nisan manusia, Nadjem yang artinya ”makhluk yang menyenangkan”.
Anjing
Ada lebih dari 300 jenis anjing dengan beragam bentuk, ukuran, dan warna. Manusia sudah membiakkan, membuatnya lebih kecil, lebih tinggi, lebih kuat, dan lebih cepat.
Tetapi, apa kamu tahu kalau nenek moyang anjing adalah serigala? Dulu, serigala juga suka melakukan hal yang sama seperti anjing, yaitu membongkar sampah mencari makan. Beberapa serigala pemberani mengendap-endap ke perkemahan manusia untuk mengais makanan dalam sampah. Mereka ini lalu kawin dengan sesama serigala pemberani hingga akhirnya keturunan mereka tinggal semakin dekat dengan manusia.

Setelah ribuan tahun, muncul jenis peranakan serigala baru, yaitu anjing kuno yang berani bergaul dengan manusia. Inilah awal persahabatan antara anjing dan manusia. Para arkeolog menemukan jasad anjing di dalam sebuah lokasi perkuburan berusia 12.000 tahun. Tetapi, beberapa ilmuwan merasa anjing-anjing sudah menjadi teman kita sejak 135.000 tahun lalu!
Ikan
Sekarang ini banyak sekali yang memelihara ikan di rumahnya, baik di kolam maupun di akuarium. Warna dan bentuknya pun bermacam-macam. Hobi ini sudah ada sejak tahun 2500 SM ketika bangsa Sumeria memelihara ikan untuk sumber makanan mereka. Sebagai ikan hias, hal ini baru dilakukan bangsa China sekitar 1.000 tahun lalu.
Ikan yang dipelihara bangsa China adalah sebuah spesies liar bernama ikan Crucian (karper). Ikan ini dipelihara di kolam-kolam dekat rumah. Setelah bertahun-tahun, ikan-ikan ini bermutasi sampai ada yang berwarna keemasan. Inilah asal muasal ikan mas.
Orang-orang Jepang suka sekali dengan ikan-ikan hias sampai-sampai mereka membawa bibit ikan mas murni dari China ke negaranya untuk dibiakkan dan dikawin silang. Hasilnya adalah ikan mas dengan berbagai warna dan bentuk. Salah satunya adalah ikan mas koki yang sering kita temui sekarang ini.
Hamster
Sekitar 300 tahun lalu, seorang penulis bernama Alexander Russel ketika sedang berada di Suriah menemukan hewan pengerat sekecil tikus yang hidup di dalam liang-liang pasir. Saat itu belum disebut hamster. Hamster baru diteliti lebih lanjut pada tahun 1930 dan diperkenalkan sebagai hewan peliharaan pada tahun 1945.
Hamster emas adalah keturunan dari hamster yang ditemukan Alexander di Suriah. Kata ”hamster” berasal dari bahasa Jerman hamstern’, yang artinya menimbun. Itu karena hamster punya kemampuan unik, yaitu menimbun makanan dalam pipinya. Bahkan, mereka bisa menyimpan sejumlah besar makanan yang lebih berat dari tubuhnya sendiri.
Berat hamster yang baru lahir sangat ringan. Kira-kira hanya seberat dua uang logam pecahan Rp 50 bergambar burung kepodang!
Marmot
Marmot sudah dikenal manusia sejak tahun 4000 SM. Awalnya, marmot adalah sumber makanan bangsa Inca (sekarang Peru dan Bolivia) di Amerika Selatan. Marmot baru menjadi hewan peliharaan yang dianggap lucu setelah dibawa ke Eropa oleh para pedagang Belanda dan Inggris.
Di negara-negara Eropa, marmot dikenal sebagai Guinea Pig. Ada yang bilang asal kata guinea karena marmot dibawa ke Eropa melalui Guinea di Afrika barat. Tetapi, ada juga yang bilang kalau kata itu diambil dari Guiana, daerah di Amerika Selatan. Kata pig karena suara dan tubuhnya mirip babi kecil.
Meski marmot sangat menggemaskan, kita harus berhari-hati bermain dengannya. Kalau kamu dengar giginya gemeretuk, itu berarti situasi hatinya sedang tidak senang.
Boleh atau Tidak?
Dari seluruh hewan yang menjadi peliharaan manusia, ada dua yang paling digemari, yaitu anjing dan kucing. Menurut majalah National Geographic Kids Indonesia, ada hal-hal yang boleh dan tidak boleh kamu lakukan kepada binatang peliharaanmu ini, yaitu:
1. Rajin bawa anjing atau kucingmu ke dokter hewan, paling tidak setahun sekali, untuk dicek kesehatannya dan divaksinasi.
2. Ajarilah anjing atau kucingmu hal-hal dasar, seperti datang ketika dipanggil, duduk, diam, atau berguling.
3. Tunjukkan rasa sayang dengan selalu sediakan waktu untuk bermain, mengajak jalan-jalan (anjing), atau memeluk dan mengelus tubuhnya.
4. Jangan pernah lupa membersihkan tempat tidur dan wadah makan anjing atau kucing. Kalau kotor, bakteri akan mudah bersarang dan membuat mereka sakit.
5. Jangan biarkan kucing berkeliaran di luar. Kucing yang sering bermain di luar akan mudah terkena penyakit dan berisiko tertabrak mobil atau motor.
6. Jangan memberi anjing atau kucing cokelat, kopi, alkohol, anggur, avokad, garam, atau obat-obatan manusia karena bisa membuat mereka sakit, bahkan mati.
source:

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More